Ini pertama kalinya aku mencoba produk elf. Aku mencoba membeli studio complexion brush, brow comb and brush dan mechanical eyelash curlier nya. Padahal tadinya aku tidak beminat membeli eyelash curliernya, tapi angled brush yang aku mau lagi habis.
Aku sudah mencoba complexion brushnya. Brushnya halus. Pertama kali aku mencobanya untuk pakai blush dari milani. Tapi ko kayaknya kurang ngangkat blush ya, jadi harus apply berkali2 baru brushnya keluar warnanya. Tapi jadi bagus biar ngga medok jatohnya, hahaha...
Mechanical Eyelash Curlier sama Brow Comb and Brush nya juga bagus. Lumayanlah untuk harganya yang murce, kualitasnya good. :)
Kesimpulan: Brushnya enak dipake, yang lainnya juga. Alamat bakal nagih beli elf nih, hahahaha...
Showing posts with label review. Show all posts
Showing posts with label review. Show all posts
Sunday, February 6, 2011
Recent Beauty Items Purchase
Ini pertama kalinya aku mencoba produk elf. Aku mencoba membeli studio complexion brush, brow comb and brush dan mechanical eyelash curlier nya. Padahal tadinya aku tidak beminat membeli eyelash curliernya, tapi angled brush yang aku mau lagi habis.
Aku sudah mencoba complexion brushnya. Brushnya halus. Pertama kali aku mencobanya untuk pakai blush dari milani. Tapi ko kayaknya kurang ngangkat blush ya, jadi harus apply berkali2 baru brushnya keluar warnanya. Tapi jadi bagus biar ngga medok jatohnya, hahaha...
Mechanical Eyelash Curlier sama Brow Comb and Brush nya juga bagus. Lumayanlah untuk harganya yang murce, kualitasnya good. :)
Kesimpulan: Brushnya enak dipake, yang lainnya juga. Alamat bakal nagih beli elf nih, hahahaha...
Aku sudah mencoba complexion brushnya. Brushnya halus. Pertama kali aku mencobanya untuk pakai blush dari milani. Tapi ko kayaknya kurang ngangkat blush ya, jadi harus apply berkali2 baru brushnya keluar warnanya. Tapi jadi bagus biar ngga medok jatohnya, hahaha...
Mechanical Eyelash Curlier sama Brow Comb and Brush nya juga bagus. Lumayanlah untuk harganya yang murce, kualitasnya good. :)
Kesimpulan: Brushnya enak dipake, yang lainnya juga. Alamat bakal nagih beli elf nih, hahahaha...
Sunday, January 30, 2011
Maybelline Cat Eyes Mascara
Akhirnya, setelah sekian lama ini produk muncul, jadi juga aku mencobanya, hahaha. Kesan pertama, packaging nya bagus. Setelah dibuka sisirnya lucu bentuknya, ngga seperti mascara biasanya. Saat dipakai kurang nyaman sih, agak2 clumpy, tapi setelah latian beberapa kali, mulai terbiasa. Aku mencoba untuk dipake saat tidur. Dan ternyataaa... besoknya pas bangun, mascaranya smudge dikittt banget. Aaaw, mantap lah mascara ini. Harganya juga lumayan murce, yaa standar maybelline lah, hanya 75 ribuan, aku membelinya di carrefour.
Membersihkan mascara ini agak2 sulit, kemarin ada korban sehelai bulmat ku rontok. Bener2 sabar n harus hati-hati nih.
Kesimpulan: walaupun make nya agak2 tricky, tapi karena sangat waterproof, jadi tetep suka.
Membersihkan mascara ini agak2 sulit, kemarin ada korban sehelai bulmat ku rontok. Bener2 sabar n harus hati-hati nih.
Kesimpulan: walaupun make nya agak2 tricky, tapi karena sangat waterproof, jadi tetep suka.
Labels:
Maybelline,
review
Maybelline Cat Eyes Mascara
Akhirnya, setelah sekian lama ini produk muncul, jadi juga aku mencobanya, hahaha. Kesan pertama, packaging nya bagus. Setelah dibuka sisirnya lucu bentuknya, ngga seperti mascara biasanya. Saat dipakai kurang nyaman sih, agak2 clumpy, tapi setelah latian beberapa kali, mulai terbiasa. Aku mencoba untuk dipake saat tidur. Dan ternyataaa... besoknya pas bangun, mascaranya smudge dikittt banget. Aaaw, mantap lah mascara ini. Harganya juga lumayan murce, yaa standar maybelline lah, hanya 75 ribuan, aku membelinya di carrefour.
Membersihkan mascara ini agak2 sulit, kemarin ada korban sehelai bulmat ku rontok. Bener2 sabar n harus hati-hati nih.
Kesimpulan: walaupun make nya agak2 tricky, tapi karena sangat waterproof, jadi tetep suka.
Membersihkan mascara ini agak2 sulit, kemarin ada korban sehelai bulmat ku rontok. Bener2 sabar n harus hati-hati nih.
Kesimpulan: walaupun make nya agak2 tricky, tapi karena sangat waterproof, jadi tetep suka.
Labels:
Maybelline,
review
Tuesday, January 18, 2011
Revlon - Slate
Tiga hari yang lalu aku menggunakan kembali kutek lama ku, Revlon - Slate.
Fotonya diambil dibawah sinar lampu.
Fotonya diambil dibawah sinar lampu.
Labels:
Nail Polish Swatches,
review,
Revlon
Revlon - Slate
Tiga hari yang lalu aku menggunakan kembali kutek lama ku, Revlon - Slate.
Fotonya diambil dibawah sinar lampu.
Fotonya diambil dibawah sinar lampu.
Labels:
Nail Polish Swatches,
review,
Revlon
Friday, January 7, 2011
TSF Aloe BB Cream #1 vs TSF Aloe BB Cream #2
Halo, beberapa hari yang lalu aku membeli TSF aloe #1 full size. Padahal aku lebih senang pakai yang #2 karena yang #1 jatohnya kuning di wajahku. Karena penasaran akhirnya kubeli juga ,dulu sampel TSF aloe #1 ku hilang, lupa taro dimana. TSF aloe #1 ini memang kuning jatohnya, tapi kuningnya masih bisa dimaafkan ko, alias masih cucok lah kalo dipake. Buat yang penasaran perbandingannya, ini swatch nya.
Sebelah kiri aloe #1, sebelah kanan aloe #2 keliatan udah kucel banget soalnya ini yang paling sering dipake.
Di foto kelihatan jelas kalo aloe #1 lebih terang, aloe #2 lebih gelap sedikit. Tapi setelah diratakan di wajah, aloe #2 ini jatuhnya pink, dan aloe #1 jatuhnya kuning diwajahku. Kalo terangnya, menurutku sama-sama terang di kulit, cuma kalo aku pakai yang #1, agak terlalu kuning, jadi sedikit kusam, jadi harus diset sama powder yang agak pink.
Sebelah kiri aloe #1, sebelah kanan aloe #2 keliatan udah kucel banget soalnya ini yang paling sering dipake.
Di foto kelihatan jelas kalo aloe #1 lebih terang, aloe #2 lebih gelap sedikit. Tapi setelah diratakan di wajah, aloe #2 ini jatuhnya pink, dan aloe #1 jatuhnya kuning diwajahku. Kalo terangnya, menurutku sama-sama terang di kulit, cuma kalo aku pakai yang #1, agak terlalu kuning, jadi sedikit kusam, jadi harus diset sama powder yang agak pink.
Labels:
review,
The Skin Food
TSF Aloe BB Cream #1 vs TSF Aloe BB Cream #2
Halo, beberapa hari yang lalu aku membeli TSF aloe #1 full size. Padahal aku lebih senang pakai yang #2 karena yang #1 jatohnya kuning di wajahku. Karena penasaran akhirnya kubeli juga ,dulu sampel TSF aloe #1 ku hilang, lupa taro dimana. TSF aloe #1 ini memang kuning jatohnya, tapi kuningnya masih bisa dimaafkan ko, alias masih cucok lah kalo dipake. Buat yang penasaran perbandingannya, ini swatch nya.
Sebelah kiri aloe #1, sebelah kanan aloe #2 keliatan udah kucel banget soalnya ini yang paling sering dipake.
Di foto kelihatan jelas kalo aloe #1 lebih terang, aloe #2 lebih gelap sedikit. Tapi setelah diratakan di wajah, aloe #2 ini jatuhnya pink, dan aloe #1 jatuhnya kuning diwajahku. Kalo terangnya, menurutku sama-sama terang di kulit, cuma kalo aku pakai yang #1, agak terlalu kuning, jadi sedikit kusam, jadi harus diset sama powder yang agak pink.
Sebelah kiri aloe #1, sebelah kanan aloe #2 keliatan udah kucel banget soalnya ini yang paling sering dipake.
Di foto kelihatan jelas kalo aloe #1 lebih terang, aloe #2 lebih gelap sedikit. Tapi setelah diratakan di wajah, aloe #2 ini jatuhnya pink, dan aloe #1 jatuhnya kuning diwajahku. Kalo terangnya, menurutku sama-sama terang di kulit, cuma kalo aku pakai yang #1, agak terlalu kuning, jadi sedikit kusam, jadi harus diset sama powder yang agak pink.
Labels:
review,
The Skin Food
Monday, January 3, 2011
Etude House BL 501
Sektar tiga hari lalu, aku mencoba kutek Etude House. Aku mencoba yang BL 501. Teksturnya menurutku kurang bagus, agak kental (mungkin bisa dibikin stamping). Saat diaplikasikan ke kuku, terlihat bergaris2. Aku tidak tau ini karena kuteksnya terlalu kental atau kuas nya yang kurang bagus. Tapi maklumlah, harganya mursida begini, wajar saja. Tapi aku tetap memakai nya karena warnanya lucu. Perlu 3 coat di kuku suapaya warnanya terlihat, karena warnanya agak sheer. Ini swatch nya.
Labels:
Blue,
Etude,
Nail Polish,
Nail Polish Swatches,
review
Etude House BL 501
Sektar tiga hari lalu, aku mencoba kutek Etude House. Aku mencoba yang BL 501. Teksturnya menurutku kurang bagus, agak kental (mungkin bisa dibikin stamping). Saat diaplikasikan ke kuku, terlihat bergaris2. Aku tidak tau ini karena kuteksnya terlalu kental atau kuas nya yang kurang bagus. Tapi maklumlah, harganya mursida begini, wajar saja. Tapi aku tetap memakai nya karena warnanya lucu. Perlu 3 coat di kuku suapaya warnanya terlihat, karena warnanya agak sheer. Ini swatch nya.
Labels:
Blue,
Etude,
Nail Polish,
Nail Polish Swatches,
review
Thursday, December 16, 2010
BB Cream Comparison
Dari beberapa BB Cream yang pernah kucoba, yaitu : TSF Aloe#1 (sampel),TSF Aloe#2 (full size), TSF Gingko #1 (full size), TSF Mushroom #1 (sampel), dan Etude Precious Mineral #2 (full size), aku membuat perbandingan yang menurutku cocok denganku.
TSF Aloe #1 : Menurutku warnanya terlalu kuning. Wajahku jadi agak butek saat memakainya, hehehe... Tekstur medium sheer.
TSF Aloe #2 : Menurutku warnanya pink. Tapi masih bisa diterima wajahku. Karena pink, jadi membuat wajahku cerah. Oil control ok.
TSF Gingko #1 : Ketika dipakai di wajahku, jatuhnya warna pink. Tapi ini lebih cocok pink nya dibanding Aloe #2. Yang ini tidak teralu pink. Tekstur medium-sheer.
TSF Mushroom #1 : Warnanya terlalu pink di wajahku. Malah jadinya gelap. Huaaa...untung cuma beli sampel. Tekstur medium-sheer. Tertarik juga dengan skincare properties di BB cream ini, tapi berhubung warnanya kurang masuk di wajahku, ngga jadi beli full size.
Etude Precious Mineral #2 : Jatuhnya di kulit warna putih. Tidak ada warna pink/kuning sedikitpun. Tekstur medium-sheer. Oil control ok, padahal ini yang sheer glowing, tapi di wajahku cukup mengontrol minyak. Agak sedikit masalah dengan pumpnya. Kadang terlalu banyak BB creamnya keluar.
Tambahan: Feverlet HD: Setelah sekian lama punya (sampel) tapi nggak dicoba2 akhirnya kelupaan. Tadi nyoba, dan warnanya di klitku jatuhnya greyish. Nggak cocok di kulit. Teksturnya medium - sheer.
Kesimpulan : Sejauh ini semua BB Cream yang pernah kucoba ini ngga bikin break out. Aku hanya membeli full size untuk BB Cream TSF Aloe#2, TSF Gingko#1, dan Etude Precious Mineral#2, yang aku rasa cocok di wajahku. Memakainya pun digilir.
O iya, TSF Aloe ku ternyata sudah kupakai kira-kira 8 bulan, dan belum habis2, huahahaha... Ternyata ukuran 50 gr itu bisa awet lama juga yah, belum habis, udah pengen coba merk BB Cream lain.
TSF Aloe #1 : Menurutku warnanya terlalu kuning. Wajahku jadi agak butek saat memakainya, hehehe... Tekstur medium sheer.
TSF Aloe #2 : Menurutku warnanya pink. Tapi masih bisa diterima wajahku. Karena pink, jadi membuat wajahku cerah. Oil control ok.
TSF Gingko #1 : Ketika dipakai di wajahku, jatuhnya warna pink. Tapi ini lebih cocok pink nya dibanding Aloe #2. Yang ini tidak teralu pink. Tekstur medium-sheer.
TSF Mushroom #1 : Warnanya terlalu pink di wajahku. Malah jadinya gelap. Huaaa...untung cuma beli sampel. Tekstur medium-sheer. Tertarik juga dengan skincare properties di BB cream ini, tapi berhubung warnanya kurang masuk di wajahku, ngga jadi beli full size.
Etude Precious Mineral #2 : Jatuhnya di kulit warna putih. Tidak ada warna pink/kuning sedikitpun. Tekstur medium-sheer. Oil control ok, padahal ini yang sheer glowing, tapi di wajahku cukup mengontrol minyak. Agak sedikit masalah dengan pumpnya. Kadang terlalu banyak BB creamnya keluar.
Tambahan: Feverlet HD: Setelah sekian lama punya (sampel) tapi nggak dicoba2 akhirnya kelupaan. Tadi nyoba, dan warnanya di klitku jatuhnya greyish. Nggak cocok di kulit. Teksturnya medium - sheer.
Kesimpulan : Sejauh ini semua BB Cream yang pernah kucoba ini ngga bikin break out. Aku hanya membeli full size untuk BB Cream TSF Aloe#2, TSF Gingko#1, dan Etude Precious Mineral#2, yang aku rasa cocok di wajahku. Memakainya pun digilir.
O iya, TSF Aloe ku ternyata sudah kupakai kira-kira 8 bulan, dan belum habis2, huahahaha... Ternyata ukuran 50 gr itu bisa awet lama juga yah, belum habis, udah pengen coba merk BB Cream lain.
Labels:
Etude,
review,
The Skin Food
BB Cream Comparison
Dari beberapa BB Cream yang pernah kucoba, yaitu : TSF Aloe#1 (sampel),TSF Aloe#2 (full size), TSF Gingko #1 (full size), TSF Mushroom #1 (sampel), dan Etude Precious Mineral #2 (full size), aku membuat perbandingan yang menurutku cocok denganku.
TSF Aloe #1 : Menurutku warnanya terlalu kuning. Wajahku jadi agak butek saat memakainya, hehehe... Tekstur medium sheer.
TSF Aloe #2 : Menurutku warnanya pink. Tapi masih bisa diterima wajahku. Karena pink, jadi membuat wajahku cerah. Oil control ok.
TSF Gingko #1 : Ketika dipakai di wajahku, jatuhnya warna pink. Tapi ini lebih cocok pink nya dibanding Aloe #2. Yang ini tidak teralu pink. Tekstur medium-sheer.
TSF Mushroom #1 : Warnanya terlalu pink di wajahku. Malah jadinya gelap. Huaaa...untung cuma beli sampel. Tekstur medium-sheer. Tertarik juga dengan skincare properties di BB cream ini, tapi berhubung warnanya kurang masuk di wajahku, ngga jadi beli full size.
Etude Precious Mineral #2 : Jatuhnya di kulit warna putih. Tidak ada warna pink/kuning sedikitpun. Tekstur medium-sheer. Oil control ok, padahal ini yang sheer glowing, tapi di wajahku cukup mengontrol minyak. Agak sedikit masalah dengan pumpnya. Kadang terlalu banyak BB creamnya keluar.
Tambahan: Feverlet HD: Setelah sekian lama punya (sampel) tapi nggak dicoba2 akhirnya kelupaan. Tadi nyoba, dan warnanya di klitku jatuhnya greyish. Nggak cocok di kulit. Teksturnya medium - sheer.
Kesimpulan : Sejauh ini semua BB Cream yang pernah kucoba ini ngga bikin break out. Aku hanya membeli full size untuk BB Cream TSF Aloe#2, TSF Gingko#1, dan Etude Precious Mineral#2, yang aku rasa cocok di wajahku. Memakainya pun digilir.
O iya, TSF Aloe ku ternyata sudah kupakai kira-kira 8 bulan, dan belum habis2, huahahaha... Ternyata ukuran 50 gr itu bisa awet lama juga yah, belum habis, udah pengen coba merk BB Cream lain.
TSF Aloe #1 : Menurutku warnanya terlalu kuning. Wajahku jadi agak butek saat memakainya, hehehe... Tekstur medium sheer.
TSF Aloe #2 : Menurutku warnanya pink. Tapi masih bisa diterima wajahku. Karena pink, jadi membuat wajahku cerah. Oil control ok.
TSF Gingko #1 : Ketika dipakai di wajahku, jatuhnya warna pink. Tapi ini lebih cocok pink nya dibanding Aloe #2. Yang ini tidak teralu pink. Tekstur medium-sheer.
TSF Mushroom #1 : Warnanya terlalu pink di wajahku. Malah jadinya gelap. Huaaa...untung cuma beli sampel. Tekstur medium-sheer. Tertarik juga dengan skincare properties di BB cream ini, tapi berhubung warnanya kurang masuk di wajahku, ngga jadi beli full size.
Etude Precious Mineral #2 : Jatuhnya di kulit warna putih. Tidak ada warna pink/kuning sedikitpun. Tekstur medium-sheer. Oil control ok, padahal ini yang sheer glowing, tapi di wajahku cukup mengontrol minyak. Agak sedikit masalah dengan pumpnya. Kadang terlalu banyak BB creamnya keluar.
Tambahan: Feverlet HD: Setelah sekian lama punya (sampel) tapi nggak dicoba2 akhirnya kelupaan. Tadi nyoba, dan warnanya di klitku jatuhnya greyish. Nggak cocok di kulit. Teksturnya medium - sheer.
Kesimpulan : Sejauh ini semua BB Cream yang pernah kucoba ini ngga bikin break out. Aku hanya membeli full size untuk BB Cream TSF Aloe#2, TSF Gingko#1, dan Etude Precious Mineral#2, yang aku rasa cocok di wajahku. Memakainya pun digilir.
O iya, TSF Aloe ku ternyata sudah kupakai kira-kira 8 bulan, dan belum habis2, huahahaha... Ternyata ukuran 50 gr itu bisa awet lama juga yah, belum habis, udah pengen coba merk BB Cream lain.
Labels:
Etude,
review,
The Skin Food
Monday, December 13, 2010
Acnes - Powder Lotion
Aku membeli produk ini karena tergiur review nya yang katanya bisa nahan minyak. Ada juga yang mnggunakan ini as a toner. Sehari setelah membelinya, aku mulai mencobanya. Teksturnya cair, tapi setelah dipakai ke wajah, memang benar bisa menahan minyak cukup lama. Tapi aku agak jarang menggunakan Acnes powder lotion ini. Takut kulitku yang oily kehilangan minyaknya, hahaha... Untuk harganya, aku lupa berapa. Tapi produk ini nggak mahal ko, malah kubilang murce lah buat menahan minyak di wajah.
Kesimpulan : Sukaaaa dengan produk ini. Sejauh ini nggak bikin break out di wajahku.
Kesimpulan : Sukaaaa dengan produk ini. Sejauh ini nggak bikin break out di wajahku.
Acnes - Powder Lotion
Aku membeli produk ini karena tergiur review nya yang katanya bisa nahan minyak. Ada juga yang mnggunakan ini as a toner. Sehari setelah membelinya, aku mulai mencobanya. Teksturnya cair, tapi setelah dipakai ke wajah, memang benar bisa menahan minyak cukup lama. Tapi aku agak jarang menggunakan Acnes powder lotion ini. Takut kulitku yang oily kehilangan minyaknya, hahaha... Untuk harganya, aku lupa berapa. Tapi produk ini nggak mahal ko, malah kubilang murce lah buat menahan minyak di wajah.
Kesimpulan : Sukaaaa dengan produk ini. Sejauh ini nggak bikin break out di wajahku.
Kesimpulan : Sukaaaa dengan produk ini. Sejauh ini nggak bikin break out di wajahku.
Saturday, December 4, 2010
Marcks Venus - Cleansing Gel
Ini pertama kalinya aku mencoba cleansing gel buatan Indonesia, yaitu merk Marcks Venus, karena cleansing gel TSF ku mulai habis. Teksturnya menurutku agak cair untuk sebuah cleansing gel. Begitu dipakai di wajah, rasanya dingiiin. Tapi sayangnya tidak mengangkat make up. Begitu dilap dengan kapas, wajahku masih saja penuh make up. Akhirnya aku membersihkan sisa make up dengan baby oil. Setelah menggunakan cleansing gel ini, rasanya kulitku menjadi lebih segar. Dan sepertinya pori-poriku mengeciill.. senangnya, hihihihi...
O iya, harga cleansing gel ini kalo tidak salah 18ribuan. Karena kurang mengangkat make up, cleansing gel ini hanya kupakai untuk seger-seger an saja.
Kesimpulan: menurutku cleansing gel ini enak dipakai, tapi kurang ngangkat make up di wajah.
O iya, harga cleansing gel ini kalo tidak salah 18ribuan. Karena kurang mengangkat make up, cleansing gel ini hanya kupakai untuk seger-seger an saja.
Kesimpulan: menurutku cleansing gel ini enak dipakai, tapi kurang ngangkat make up di wajah.
Labels:
Cleansing Gel,
Marcks Venus,
review
Marcks Venus - Cleansing Gel
Ini pertama kalinya aku mencoba cleansing gel buatan Indonesia, yaitu merk Marcks Venus, karena cleansing gel TSF ku mulai habis. Teksturnya menurutku agak cair untuk sebuah cleansing gel. Begitu dipakai di wajah, rasanya dingiiin. Tapi sayangnya tidak mengangkat make up. Begitu dilap dengan kapas, wajahku masih saja penuh make up. Akhirnya aku membersihkan sisa make up dengan baby oil. Setelah menggunakan cleansing gel ini, rasanya kulitku menjadi lebih segar. Dan sepertinya pori-poriku mengeciill.. senangnya, hihihihi...
O iya, harga cleansing gel ini kalo tidak salah 18ribuan. Karena kurang mengangkat make up, cleansing gel ini hanya kupakai untuk seger-seger an saja.
Kesimpulan: menurutku cleansing gel ini enak dipakai, tapi kurang ngangkat make up di wajah.
O iya, harga cleansing gel ini kalo tidak salah 18ribuan. Karena kurang mengangkat make up, cleansing gel ini hanya kupakai untuk seger-seger an saja.
Kesimpulan: menurutku cleansing gel ini enak dipakai, tapi kurang ngangkat make up di wajah.
Labels:
Cleansing Gel,
Marcks Venus,
review
Acnes - Oil Control Film
Beberapa hari yang lalu aku mencoba oil blotter nya Acnes. Harganya lebih murah dibanding Hakugen yang biasa ku pakai. Kalau tidak salah ingat, Acnes oil blotter 20ribuan, sedangkan Hakugen 30ribuan (sama banyaknya). Kalau dilihat sih rasanya sama saja oil blotter Acnes ini dengan Hakugen. Tapi baru kerasa bedanya saat dipakai. Menurutku Hakugen lebih cepat menyerap minyak dibanding dengan Acnes. Tapi menurutku Acnes oil blotter ini termasuk lumayan dengan harga segitu. Kalau ditarik, kurang lebih sama elastisnya.
Acnes vs Hakugen
Kesimpulan : secara keseluruhan aku lebih suka Hakugen karna lebih cepat menyerap minyak. Tapi Acnes juga nggak kalah bagus. Dengan harga segitu, menurutku sudah bagus. Jadi kalau Hakugen sedang habis dijual, Acnes bisa jadi alternatif.
Acnes vs Hakugen
Kesimpulan : secara keseluruhan aku lebih suka Hakugen karna lebih cepat menyerap minyak. Tapi Acnes juga nggak kalah bagus. Dengan harga segitu, menurutku sudah bagus. Jadi kalau Hakugen sedang habis dijual, Acnes bisa jadi alternatif.
Labels:
Acnes,
Hakugen,
Oil Blotter,
review
Acnes - Oil Control Film
Beberapa hari yang lalu aku mencoba oil blotter nya Acnes. Harganya lebih murah dibanding Hakugen yang biasa ku pakai. Kalau tidak salah ingat, Acnes oil blotter 20ribuan, sedangkan Hakugen 30ribuan (sama banyaknya). Kalau dilihat sih rasanya sama saja oil blotter Acnes ini dengan Hakugen. Tapi baru kerasa bedanya saat dipakai. Menurutku Hakugen lebih cepat menyerap minyak dibanding dengan Acnes. Tapi menurutku Acnes oil blotter ini termasuk lumayan dengan harga segitu. Kalau ditarik, kurang lebih sama elastisnya.
Acnes vs Hakugen
Kesimpulan : secara keseluruhan aku lebih suka Hakugen karna lebih cepat menyerap minyak. Tapi Acnes juga nggak kalah bagus. Dengan harga segitu, menurutku sudah bagus. Jadi kalau Hakugen sedang habis dijual, Acnes bisa jadi alternatif.
Acnes vs Hakugen
Kesimpulan : secara keseluruhan aku lebih suka Hakugen karna lebih cepat menyerap minyak. Tapi Acnes juga nggak kalah bagus. Dengan harga segitu, menurutku sudah bagus. Jadi kalau Hakugen sedang habis dijual, Acnes bisa jadi alternatif.
Labels:
Acnes,
Hakugen,
Oil Blotter,
review
Monday, November 15, 2010
Nivea - Refreshing Cleansing Milk
Beberapa minggu yang lalu aku iseng membeli milk cleanser (biasanya aku menggunakan cleansing gel dari TSF). Akhirnya aku mencoba Nivea refreshing cleansing milk. Setelah sampai rumah, aku langsung menggunakannya. Dan ternyataaa.... jauuuh sekali dari cleansing gel TSF ku (harganya juga jauh banget sih, hehehe....
Beberapa detik setelah dipakai, rasanya kulitku panas. Maka aku langsung mencuci muka dengan sabun bayi. Rasa panasnya berkurang perlahan-lahan. Kulit ku rasanya lembab sekali. Mungkin cleanser ini tidak cocok untuk kulitku yang berminyak. Mana aku langsung beli ukuran besar (200ml). Jadilah cleanser ini kugunakan untuk membersihkan sunblock di bagian leher.
Kesimpulan: Ngga cocok di kulitku. Rasanya terlalu lembab.
Beberapa detik setelah dipakai, rasanya kulitku panas. Maka aku langsung mencuci muka dengan sabun bayi. Rasa panasnya berkurang perlahan-lahan. Kulit ku rasanya lembab sekali. Mungkin cleanser ini tidak cocok untuk kulitku yang berminyak. Mana aku langsung beli ukuran besar (200ml). Jadilah cleanser ini kugunakan untuk membersihkan sunblock di bagian leher.
Kesimpulan: Ngga cocok di kulitku. Rasanya terlalu lembab.
Nivea - Refreshing Cleansing Milk
Beberapa minggu yang lalu aku iseng membeli milk cleanser (biasanya aku menggunakan cleansing gel dari TSF). Akhirnya aku mencoba Nivea refreshing cleansing milk. Setelah sampai rumah, aku langsung menggunakannya. Dan ternyataaa.... jauuuh sekali dari cleansing gel TSF ku (harganya juga jauh banget sih, hehehe....
Beberapa detik setelah dipakai, rasanya kulitku panas. Maka aku langsung mencuci muka dengan sabun bayi. Rasa panasnya berkurang perlahan-lahan. Kulit ku rasanya lembab sekali. Mungkin cleanser ini tidak cocok untuk kulitku yang berminyak. Mana aku langsung beli ukuran besar (200ml). Jadilah cleanser ini kugunakan untuk membersihkan sunblock di bagian leher.
Kesimpulan: Ngga cocok di kulitku. Rasanya terlalu lembab.
Beberapa detik setelah dipakai, rasanya kulitku panas. Maka aku langsung mencuci muka dengan sabun bayi. Rasa panasnya berkurang perlahan-lahan. Kulit ku rasanya lembab sekali. Mungkin cleanser ini tidak cocok untuk kulitku yang berminyak. Mana aku langsung beli ukuran besar (200ml). Jadilah cleanser ini kugunakan untuk membersihkan sunblock di bagian leher.
Kesimpulan: Ngga cocok di kulitku. Rasanya terlalu lembab.
Subscribe to:
Posts (Atom)















